Kamis, 28 November 2013

ENIS PENDINGINAN BESERTA KOMPONEN SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL
A.    JENIS PENDINGINAN
Mesin pembakaran dalam adalah suatu mesin panas yang selama beroprasi temperatur gas dalam ruang pembakaran bisa mencapai 2500 ºC. Disekitar ruang pembakaran bahan logam akan mencapai suhu sekitar 600 ºC. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu sistem pendinginan mesin. Cara pendinginann mesin yang dikenal selama ini adalah sebagai berikut :
1) Secara langsung (dengan sistem pendinginan udara)
2) Secara tidak langsung (kombinasi antara pendinginan air dan udara).
Kedua cara ini dapat menyerap 33% panas mesin ke atmosfer (udara luar) melalui atau dengan daya konveksi, yakni udara dihamburkan ke permukaan bahan logam yang panas. Bagaimanapun efisien mesin akan berkurang jika pemindahan panas semakin bertambah.
1.      Pendinginan Udara (Pendinginan Langsung)
Pendinginan udara digunakan jika panas dari mesin yang bekerja /berputar dilewatkan pada sirip, rusuk, atau fins ke udara luar. Dasar penggunaan sistem pendinginan ini tergantung pada hal–hal berikut.
a). Perbedaan temperatur antara panas mesin dengan udara sekitar
b). Luas permukaan dimana panas dikeluarkan/ disemburkan.
c). Tingkat aliran udara pada permukaan yang dikenai.
      2.   Pendinginan Air (Pendinginan Tidak Langsung)
dalam sistem pendinginan mesin dengan air, panas dilewatkan/ ditransfer ke air di sekitar ruang bakar dan silinder.
Air yang panas kemudian beredar menuju radiator. Air diteruskan melalui pipa radiator, panasnya ditransfer ke sirip radiator dimana panas tersebut disemburkanke udara. Air kemudian kembali ke mesin.
                        Beberapa faktor yang menentukan tingkat pendinginan adalah sebagai berikut :
a)       Perbedaan antara temperatur dan udara.
b)       Perbandingan aliran air.
c)       Luas permukaan kisi-kisi radiator.
d)      Perbandingan aliran udara.
B.     KOMPONEN SISTEM PENDINGIN
1.      Pendingin udara
Pada umumnyajenis pendinginan mesin dengan udara mempunya sirip (rusuk) dan selubung serta sebuah kipas angin.
A.    Sirip/ Rusuk Pendingin
Dipasang atau dimasukkan pada kepala silinder dan badan silinder.
B.     Kipas/ Fan Radial
1)      Digerakkan oleh sebuah mesin pada poros atau sebuah sabuk V.
2)      Dipasang pada mesin dalam posisi dapat menyemprotkan udara luar.
C.    Selubung Panas
1)      Terbuat dari lembaran baja atau plastik.
2)      Dipasang pada mesin sedemikian rupa sehingga aliran udara dari kipas diarahkan langsung menuju bagian paling panas.
2.      Pendingin Air
Komponen yang digunakan dalam sistem pendingin air adalah sebagai berikut.
a) Radiator.
b) Pompa Air.
c) Jaket air dan penyumbat lubang.
d) Tutup radiator .
e) Pengukur panas.
f) Baling-baling dan selubung pengarah.
g) Selang karet dan penjepit/ klem selang.
h) Lampu peringata temperatur/ lampu tanda atau meteran.
i) Botol pelimpah/ penampung.
a.      Radiator
Radiator menerima air yang telah menjadi panas dari mesin. Air panas mengalir melalui pipa dan menyemburkan panasnya ke udara luar melalui sirip-sirip. Posisi radiator pada kendaraan tergantung pada posisi mesin, tetapi dalam beberapa hal aliran udara keluar perlu untuk efisiensi kerja.
Pada kendaraan bermesin depan, biasanya radiator diletakkan di depan mesin dalam posisi terbuka untuk sirkulasi udara melalui kisi-kisi di depan kendaraan. Bentuk radiator bisa merupakan aliran tegak.
Jenis aliran tegak
1)      Air mengalir dari tangki atas melalui bagian tengah ke tangki bawah.
2)      Pada umumnya kedalaman core/inti kurang dari lebarnya, jenis ini dipassang dibawah garis batas dari kendaraan modern.
3)      Pada jenis ini baut pengait/ pemasangan dihimpitkan pada baut penopang dalam.
4)      Jenis aliran menyilang.
5)      Air mengalir dari satu sisi yang lain dari radiator.
6)      Kedalaman rusuk (core) radiator kurang dibanding lebarnya sehingga dapat dipasang dibawah garis batas terendah pada kendaraan modern.
7)      Bautlah pengait atas dan bawah baut terletak diantara penopang dalam.
b.      Pompa Air
Pompa air mengedarkan air dari mesin ke radiator dan kembali lagi ke radiator untuk memastikan aliran yang positif. Pompa jenis sentrifugal digunakan untuk membuat air mengalir secara teratur tanpa memerlukan tenaga yang berlebihan untuk mengendalikannya.
Pada umumnya pompa dipasang/ ditopang di depan blok mesin dan dikendalikan oleh sabuk V atau sabuk gerigidari engkol mesin. Jalan masuk pompa dihubungkan ke radiator oleh selang bawah radiator. Jalan tersebut berfungsi sebagai jalan keluaran untuk melangsungkan air kebagian paling panas dari blok mesin dan kepala silinder.
c.       Jaket/ Kantong Air
Jaket air terdiri dari selubung/ pembungkus terluar, silinder, dan ruang pembakaran. Ruangan antara jaket air kiri dengan silinder rung bakar dan selubung merupakan ruang air tempat panas dikonversikan. Ruang jaket air diperluas untuk menyebarkan bagian logam yang terpanas dari bagiasn mesin seperti dudukan katup.
           
d.      Sumbat Penutup
Selama penuangan pada blokmesin, silinder mesin, dan kepala silinder, perlu untuk memberikan lubang dalam dua bagian besar. Lubang terletak pada didindingterluar dari kantong air. Oleh karena itu, harus disumbat. Sumbat/ penutup lubang jaket air diletakkan dalam blok mesin pada kepala silinder. Penyumbat dipasang dengan erat dalam masing-masing lubang bersama dengan sil/ penguat yang cocok dan efektif yang membentuk sebuah perapat air.
Berikut ini adalah jenis-jenis penyumbat lubang.
1)      Cangkir berbentuk langsing lebih besar dari lubang.
2)      Cakram atau disk bentuknya cembung dan langsing dan diameternya lebih kecil dari lubang.
3)      Uliran/ sekrup jenis yang lain ditemukan dalam beberapa mesin diesel dan mesin alat berat disekrupkan dalam lubang.
e.       Tutup Radiator
Semua kendaraan dipasang dengan menggunakan tutup radiator bertekanan. Sehingga mengakibatkan beberapa hal berikut ini.
1)      Radiator yang lebih kecil bisa digunakan.
2)      Pompa air lebih efisien.
3)      Pemanasan ditempat dapat dikurangi.
4)      Kehilangan air melalui evaporasi dapat dikurangi.
5)      Gelombang air dapat ditekan.
Tutup radiator adalah bagian dari katup tekanan dan berkedudukan lebih rendah dalam leher radiator adalah tempat katup. Ketika katup terkunci di leher, tekanan katup komplit, masing-masing katup mempunyai tingkat tekanan yang ditempelkan pada bagian atasnya. Masuk dalam katup tekanan adalah sebuah langkah kecil katup untuk mencegah terbentuknya tekanana rendah dalam sistem pendingin air.  
f.       Termostat (Alat Pengatur Panas)
Termostat mengijinkan mesin untuk memanaskan dengan cepat dan mengaturnya dalam temperatur yang sesuai. Hal ini dapat mencapai bentuk mesin yang lebih baik dan hidup mesin lebih lama. Termostat terletak dalam ruang aliran keluar air mesin. Ketika katup ditutup sirkulasi air melalui radiator dibatasi. Kepala katup dihubungkan ke elemen yang mudah panas yang dipanasi oleh air. Bila elemen panas ia akam memuai dan membuka katup, bila elemen dingin ia mengerut dan menutup katup. Selama katup menutup sirkulasi air berjalan terus.
Jenis-jenis Termostat
1)      Jenis bellows.
2)      Jenis wax
1)      Jenis bellows
Type ini digunakan dalam beberapa mesin pendinginan dengan udaara untuk mengoperasikan katup aliran udara, type ini digunakan pada awal adanya sistem pendinginan air tetapi tidak digunakan pada sisitem modern dengan pemberian tekanan.
2)      Jenis wax
Tipe ini digunakan dalam air pendinginan mesin, ini mungkin sebuah katup kupu-kupu, umumnya diletakkan pada sebuaruang kecil dibaut pada kepala silinder, pengukur suhu ditempelkan pada termostat atau pada katup, dibuka beberapa derajat lebih tinggi. Tingkat temperatur berarak anatara 76 ºC dan 94 ºC.
g.      Kipas dan Pengarah Panas
Untuk memastikan aliran udara yang benar melalui core/ inti radiator dan sekitar mesin, kipas dipasang dengan engkol mesin atau lewat sabuk fleksibel dan roda-roda puli. Beberapa pabrik menggunakan motor listrik untuk menghidupkan kipas. Kipas ini terdiri dari sebuah daun/ bilah yang terbuat dari baja tipis atau bahan plastik. Ketika baling-baling/ kipas berputar, bilah (blade) menggerakkan udara kedalam unit mesin.
Untuk melangsungkan aliran udara ke mesin, pengarah panas dipasang disekitar kipas. Pengarah tersebut menambai efisiensi kipas untuk mengurangi panas yang menyebar dan mncegah udara dalam ruang mesin.
1)      Pengontrolan Pengoperasian Kipas
Kipas memiliki tiga hal yang tidak menguntungkan terutapa ketika dihidupkan terus menerus.
a)      Berisik .
b)      Menyerap tenaga mesin sebesar 2-3 kuda.
c)      Ketika beroperasi atau tidak, pendinginan tetap diperlukan. Ketika mesin dinyalakan dalam kondisi dingin, kipas angin dengan segera menyaebarkan aliran udara dan menambah waktu pemanasan.
2)      Bilah/ daun kipas yang fleksibel
Bilah kipas yang fleksibel (lentur) terbuat dari plastik, sehingga ketika kecepatan bertambah sudut bilah digerakkan oleh tekanan udara. Metode ini mempunyai efek berikut.
a)      Operasinya tenang pada kecepatan mesin yang lebih tinggi.
b)      Sedikit tenaga yang diserap dalam kecepatan tinggi, bilah yang rata mrnggantikan sedikit udara dan untuk itu sedikit usaha diperlukan untuk memutar kipas.
Bilah plastik berbentuk lempeng, untuk mengurangi aliran udara diatas mesin dan juga bahan ditempatkan pada mesin oleh kipas.
3)      Penggerak Kipas Sentrifugal
Beberapa sistem direncanakan untuk melepas kipas pada kecepatan mesin tinggi pada saat maju kedepan maka mobil mempunyai pendinginan udara. Mekanisme demikian adalah cara mengukur panas yang dikontrol oleh cairan kopling yang mengubah kecepatan kipas dengan menyesuaikan dengan temperatur mesin.
4)      Kipas Elektrik
Kipas ditopang antara radiator atau kisi-kisi atau pada  mesin di sebelah radiator, digerakkan oleh motor listrik dan digerakkan oleh sebuah tombol yang peka temperatur dalam sistem pendinginan.
Keuntungannya
a) Pengoperasiannya hanya ketika diperlikan.
b) Bunyi gaduh dapat dikurangi karena tidak beroperasi terus menerus.
c) Tenaga tidak terus menerus mengalir dari mesin.
d) Kipas elektrik sering dipasang sebagai penggerak tambahan pada mesin ketika kendaraan                  digunakan secara ekstensif dalam kondisi panas.
h.      Selang-Selang Karet dan Penjepit/ Klem Selang
Selang karet membuat hubungan yang fleksibel antara mesin dan radiator atau komponen lainnya, seperti pemanas dan AC. Penguat penjepit selang karet digunakan untuk hal-hal berikut.
1)      Membalut permukaan
2)      Menjaga tekanan dalam sistem dengan menahan kelenturannya.
3)      Menjadi peredam suhu dalam sistem pendinginan.
Berikut ini adalah nama dari macam-macam selang.
a)      Selang radiator atas
1.      Menghubungkan bagian teratas dari radiator ke pengeluar (outlet) ruang pengukur panas.
2.      Menyalurkan air panas dari mesin ke radiator.
b)      Selang radiator bawah
1.      Menghubungkan bagian radiator terbawah ke saluran masuk pompa air.
2.      Menyalurkan air hangat dari radiator ke mesin.
c)      Selang bypas (ketika dipasang)
1.      Menghubungkan bagian lebih rendah pada ruang termostat ke sisi jalan masuk pompa air.
2.      Menyediakan sirkulasi pompa ketika termostat tertutup.
d)     Selang pemanas
1.      Digunakan untuk mengedarkan air ke pemanas kendaraan atau saluran masuk pompa.
2.      Satu selang menghubungkan bagian terendah ruang termostat atau kepala silinder dan melangsungkan air panas ke pemanas.
3.      Selang yang lain menghubungkan ke sisi jalan masuk pada pompa air untuk menyalurkan air hangat kembali ke mesin.
e)      Selang penjepit
Selang penjepit digunakan untuk melindungi kerapatan selang untuk macam-macam hubungan (pada ujung selang) .
Bebrapa jenis selang penjepit
1)      Jubile.
2)      Tipe sekrup.
3)      Tipe kancing atau spring.
i.        Sistem Tanda Bahaya (Peringatan) pada Temperatur
Sisitem ini dipasang dalam kendaraan bermotor, terdiri dari dua komponen utama yakni :
Unit pengirim :
1)      Unit disekrupkan pada jaket air pada blok mesin untuk mengedarkan zat pendingin sehingga dapat mengalir ke bola lampu.
2)      Unit ini terdiri atas tombol Off-On yang beroperasi ketika temperatur air mencapai nilai preset atau unit tahanan yang berubah ubah oleh temperaturair dan digunakan pada sirkuit penunjuk indikator.

j.        Botol Pelimpah
Botol pelimpah dipasang pada unit mesin di dekat radiator, dihubungkan oleh radiator dialirkan oleh selang karet, sering disebut sistem pemulihan.
Pendinginan botol atau tabung biasanya terbungkus plastik dan mempunyai tanda ″Add & Full ″ , untuk mengatasi kelebihan atau melimpahnya zat pendingin dari radiator ketika sistem pendinginan mulai panas, seperti sisitem pendinginan zat pendingin ditransfer kembali ke radiator melalui selang.
            Kegunaan botol pelimpah ini adalah untuk memelihara zat pendingin dan membuatnya lebih mudah untuk memeriksa tingkat derajat panas.
      
BAB 3
CARA KERJA KOMPONEN
A.    TUTUP RADIATOR
Cara kerja tutup radiator terdiri atas dua tahap, yaitu dikontrol berdasarkan kenaikan tekanan dan dikontrol berdasarkan penurunan tekanan.
1.      Pengontrolan Berdasarkan Kenaikan Tekanan
Untuk mengontrol sejumlah tekanan yang terdiri pada sistem pendinginan, tutup radiator disatukan dengan klep relief penekan, dengan sebuah pegas yang dibebani.
            Cara kerja dari klep tersebut adalah sebagai berikut.
1)      Air memuai jika dipanaskan. Panas akibat pembakaran menyebabkan pengembangan.
2)      Pengembangan/ ekspansi ini mereduksi volume (memperkecil volume dari udara atau tekanan air pada atas rdiator).
3)      Pada tekanan tertentu, katup akan terbuka karena tekanan pegas.
4)      Pada tekanan ideal katup akan tertutup oleh pegas.
5)      Tekanan akan kembali pada nilai tertentu jika air telah panas.
2.        Pengontrolan Berdasarkan Penurunan Tekanan
Jika mesin pada posisi Off, air dalam sistem pendingan akan  menjadi dingin dan tekanan akan menurun. Jika tekanan pada udara luar menurun, sistem akan menutup.
Jika tekanan menurun dibawah tekanan udara luar, suatu kevakuman akan terjadi pada sistem. Kevakuman tersebut akan menyebabkan dua hal berikut.
1)      Lapisan radiator dan sambungannya akan bocor.
2)      Saluran dan komponen pada radiator akan sobek/ rusak.
Untuk mencegah kevakuman dari reaksi yang terjadi, tekanan atmosfir            harus diturunkan selama masuk sistem pendinginan. Hal ini akan membuat klep vakumdengan sebuah pegas terbebani (yang dipasang pada tutup radiator).
Sebagaimana tekanan pada sistem pendinginan drop (turun) dibawah tekanan udara luar, katup akan terbuka sehingga menekan pegas, udara akan melimpah/ keluar kedalam radiator atau air jika suatu botol pelimpah dipasang, jika tekanan pada sistem pendinginan sam dengan tekanan atmosfer, pegas menutup katupnya.
B.     TERMOSTAT
Adalah katup pengontrol panas yang dipasang pada blok mesin dan radiator bagian atas. Termostat memiliki fungsi berikut.
1)      Membatasi sirkulasi air selama temperatur pengoperasian mesin tercapai.
2)      Mengatur pertambahan sirkulasi air jika mesin beroperasi pada temperatur tersebut.
Termostat Wax akan menutup jika pada tabung metal disekeliling selubung
Fleksibel dimasukkan piston tirus. Jika termostat Wax telah panas, ia akan mengembang dan menekan selubung sehingga menjalankan piston tirus keluar dan selanjutnya akan membuka piston katupnya.
1)      Pegas akan kembali jika dikompresikan. Jika termostat Wax dingin, akan bergerak mundur dan menutup katup.
2)      Pegas pengembali akan menutup katup dan memegangnya.
C.    POMPA AIR
Sesuai dengan posisinya, kipas pompa secara lengkap dengan air jika mesin berhenti. Jika mesin distarter, akan terjadi hal-hal berikut.
1.      Kipas pompa berputar pada kira-kira kecepatan mesin. Kipas pompa ini digerakkan pada poros engkol.
2.      Putaran tenaga kipas dari air mengalir ke pusatnya/ tengah.
3)      Tekanan air pada sisi luar pompa mengakibatkan tekanan rendah pada pusatnya.
4)      Tenaga air pada daerah tekanan rendah akan melewati saluran masuk. Hal ini akan mengakibatkan perbedaan tekanan pada saluran masuk pompa dan pusatdari kipas.
5)      Termostat akan membuka dan air akan bersikulasi dari mesin ke radiator, dari radiator ke pompa melalui saluran masuk kipas, dimana tekanan tersebut akan ke mesin.
6)      Seperti kecepatan mesin yang terdahulu, pompa memberikan tekanan yang menyebabkan air mengalir.
           
D.    RADIATOR
Aspek yang paling penting dari pengoperasian radiator adalah bahwa sebagaimana air didinginkan, alirannya lebih rapat dan turun (drop) dikarenakan gaya gravitasi. Rangkaian ini mengakibatkan gerakan berputar (sirkulasi) yang disebut Thermoshipon action. Metode pendinginan ini tidak lama digunakan sebabradiator yang kecil. Oleh sebab itu, gaya konveksi (rambatan) pada sistem pendinginan diharapkan dapat mengubah berat jenis air untuk membantu peredarannya.
1)      Air hangat dari mesin ditekan ke bagian atas radiator olrh pompa air.
2)      Air berpindah ke bagian bawah melewati tube (core/inti) radiator sehingga terjadi perbedaan tekanan pada bagian atas dan bawah yang disebabkan oleh tekanan pompa air. Hal tersebut mengakibatkan perubahan tekanan berat jenis air.
3)      Sebagaimana air yang melewati tube, panasnya akan diredam/ diserap melalui dinding tube, pipa inti radiator dan rusuk pendingin.
4)      Pada waktu yang sama, udara ditekan melalui tube dan rusuk oleh gerakan maju kendaraa dan kipas angin.
5)      Pada saat udara didinginkan oleh dinding tube dan rusuk pendingin, panas akan disemburkan/ dibuang ke udara luar.
6)      Air hangat tinggal di tangki bawah radiator dan masuk ke saluran pompa air.
E.     SISTEM PERINGATAN TEMPERATUR
1.      Jenis Sakelar
Unit pengukur ini digunakan dengan sebuah lampu belakang dan mempunyai satu unit kontak. Satu unit kontak dipasang pada sebuah logam tipis (bilah tipis) dan lainnya pada bodi alat pengukur. Logam tipis/ lempengan bimetal diisolasi pada bodinya yang dilengkapi sebuah penghubung, kabel LT dari lampu.
1)      Sebuah kontak akan terbuka jika air menjadi dingin sehingga menyebabkan rangkaian/ sirkuit kelistrikan akan terbuka dan masa kembali ke lampu. Jika penyalaan (ignition) di-On-kan maka lampu tidak akan menyala.
2)      Jika air telah panas, bimetal mulai mulai membengkok dan terdapat pada celah kontak.
3)      Pada waktu menyetel temperatur, pada umunya dibawah titik didih sistem pendingin, kontak akan menutup.
4)      Lampu akan menyala, sirkuit akan tersambung lengkap bila ignition (penyalaan) On, ini memberi peringatan kepada pengemudi bahwa mesin terlalu panas.
2.      Jenis Tahanan Bervariabel
Unit pengukur menggunakan suatu pengukur dan mempunyai sebuah tahanan yang bervariabel dalam bola lampu. Ujung satu dari tahanan diisolasikan dari bodi pengukur dan dipasangkan ke kabel LT dari pengukur. Ujung yang lain dipasang pada bodi pengukur.
1)      Jika harga/ nilai tahanan tinggi maka air menjadi dingin.
2)      Jika igniton (sistim penyalaan) On, arus mengalir dalam sirkuit pengukur adalah rendah sewaktu tahanan menjadi tinggi, jarum pada pengukur tidak bergerak atau tinggal pada posisi dingin dari skala pengukur.
3)      Bila air menjadi panas, nilai tahanan berkurang dan menyebabkan aliran arus akan naik pada sirkuit pengukur, jarum pada pengukur mulai bergerak maju ke posisi panas dari skala.
4)      Pada penyetelan temperatur, secara umum pada titik didih dari sistem pendingin, tahanan nilainya tetap dan jarum pengukur bergerak penuh dari skala ke aliran arus yang tinggi.
BAB 4
PERAWATAN SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL
​            Radiator mobil adalah salah satu bagian penting untuk proses pendinginan mesin. Oleh karenanya radiator wajib untuk terus di cek dan diperiksa setiap kali anda hendak mengunakan mobil Anda. Radiator juga berkompeten terjadi pengendapan Lumpur didalamnya, yang bisa menyumbat kelancaran sirkulasi air. Bagi Anda yang ingin coba-coba melakukan perawatan ringan radiator, tips dibawah ini mungkin berguna untuk Anda ketahui. 

Ikuti langkah-langkah berikut :

1.Kuras seluruh isi Radiator.
            Buka petutup lubang pengisian Radiator bagian atas, kemudian buka Lubang pembuangan radiator yang terletak di bagian kanan/kiri bawah Radiator. Kosongkan air radiator lewat lubang pembuangan ini.

2.Bilas Radiator.
            Setelah air terkuras semua, biasanya masih ada sisa air yang terjebak di ruang mesin sekitar 1-2 liter, untuk itu anda harus membilasnya. Caranya Tutup kembali lubang pembuangan air Radiator, isi radiator dengan air aki botol biru (bukan accu zuur) hingga penuh (lubang pengisian jangan ditutup, untuk mengetahui jika ada kekurangan air akibat udara yang terjebak di dalam mesin dan baru keluar saat mesin dijalankan, tambahkan air jika berkurang). Nyalakan mesin hingga mencapai suhu ideal, TERMOSTAT baru akan terbuka  pada suhu ini dan air bisa bersirkulasi sempurna dari ruang mesin ke Radiator, biarkan mesin menyala hingga +/- 15 menit, matikan mesin dan biarkan agak dingin, kuras air seperti langkah no.1, anda bisa mengulangi langkah no. 2 sebanyak sekali atau 2 kali lagi jika perlu.


3.Pengecekan Akhir
Langkah terakhir setelah yakin bahwa ruang mesin, radiator dan jalur sirkulasinya cukup bersih dari air mineral/tanah, tutup kembali lubang pembuangan dengan kekencangan secukupnya, lebih baik lagi jika lubang pembunagan dililit seal tape untuk menghindari rembesan.
BAB 5
SERVICE DAN PENYETELAN
Sistem pendinginan adalah salah satu dari sekian banyak sistem yang vital dari kendaraan bermotor. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan yang teratur dan servis kecil atau penyetelan ketika diperlukan.
Servis umum adalah sebagai berikut.
1) Pemeriksaan kondisi komponen-komponenya.
2) Pemeriksaan tingkat pendinginan.
3) Pemeriksaan kondisi dan tegangan sabuk kipas.
A. PEMERIKSAAN VISUAL
Untuk melihat komponen dari sistim pendinginan, prosesnya adalah sebagai berikut.
1)      Parkir kendaraan pada permukaan yang rata.
a)      Gunakan rem parkir.
b)      Pilih bak proseneling pada posisi netral, pasang pada bak proseneling otomatis.
c)      Topang roda bila perlu.
2)      Naikkan tutup mesin dan topang penyangganya.
3)      Tempatkan penutup atas diatas penopang.
4)      Periksa daerah berikut dariu kebocoran.
a)      Sambungan antara selang dan komponennya.
b) Sumbat penutup.
c) Tutup pompa air.
d) Core/ inti radiator dan sambungan tangkinya.
e) Gasket atau paking kepala silinder.
f) Unit sensor/ sender dan kabel busi.
5) Periksa semua selang, apakah mengalami pembengkokan, kekerasan, keretakan dan pembusukan, serta tercampurnya minyak.
6) Kontrol minyak bak engkol dari kontaminasi (tercampurnya) dari air.
a) Lepaskan tongkat pengukur oli.
b) Amati warna oli, tidak boleh berwarna abu-abu atau putih susu.
c) Amati tetes air, endapan, atau kelebihan oli di tongkat pengukur.
7) Periksa inti radiator terhadap gangguan seperti : kotoran, daun, minyak, serangga, daun kipas yang bengkok, dan bilah kipas rusak.
8) Kontrol kipas terhadap kelonggaran, kerusakan, dan kebengkokkan.
9) Kontrol sabuk kipas.
B.     PERMUKAAN AIR RADIATOR
Permukaan air harus diperiksa secara teratur. Pemeriksaan lebih baik dailakukan sehari sebelum perjalanan pertama. pada kendaraan yang dilengkapi dengan botol pelimpah, periksa permukaan air pendingin antara tanda tambah dan penuh (Add-full). Pada sistem yang lain perlu melepaskan tutup radiator.
Berikut ini adalah cara melepas tutup radiator.
1)      Putar tutup ¼ putaran.
2)      Tekan tutup kua-kuat ke bawah hingga lonjakan tekanan terasa.
3)       Putar tutup sejauh ¼ putaran, pertahankan tekanan.
4)      Lepaskan tutup.
Ketika melepaskan tutup radiator dari mesin dalam keadaan panasn prosesnya sebagai berikut.
1)      Gunakan waktu untuk mendinginkan mesin bila mungkin.
2)      Letakkan kain tebal atau kain lap diatas tutup radiator.
3)      Putar tutup radiator pelan-pelan berlawanan arah jarum jam ¼ lingkaran.
4)      Tunggu sampai semua tekanan bebas/ berkurang banyak.
5)      Tekan tutup ke bawah dengan kuat dan putar sejauh ¼ lingkaran.
6)      Lepaskan tutup.
Zat pendingin dapat ditambahkan ke radiator sampai tingkat yang cocok yang bisa diperoleh. pabrik kendaraan biasanya mengkhususkan permukaan yang dipertahankan oleh zat pendingin dalam radiator.
            Pada kendaraan yang dilengkapi dengan botol pelimpah, tingkat pendingin dikontrol melalui tabung plastik yang tembus pandang dan tingkat pertahanan antara tanda khusus. Tutup radiator harus dilepas secara berkala ketika mesin dingin akibat sistem yang telah penuh.
Melepas Tutup Radiator
            Tutup biasanya terjamin oleh cara penjepitannya yaitu dua baja di bawah tempat tutup kedalam dua lubang dalam leher pengisi radiator.
a)      Letakkan tutup pada leher radiator dan gunakan tekanan kuat ke bawah.
b)      Putar tutup searah jartum jam kira-kira ¼ putaran.
c)      Pastikan tutup berada diatas perhentian dengan baik.
d)     Putar tutup sejauh ¼ putaran sampai katup tekanan berkedudukan secara benar.
C.    SABUK KIPAS
Kondisi dan tegangan sabuk kipas harus dikontrol secara teratur. Kerusakan yang tidak di kontrol secara teratur akan menyebabkan panas yang berlebihan.
Sabuk kipas harus dikontrol untuk mengetahui hal-hal berikut.
1)      Pelapisan
Pelapisan ini ditunjukkan oleh permukaan yang mengilap pada sisi sabuk yang disebabkan oleh adanya gesekan yang terus-menerus. Oleh karena itu, sabuk harus diperbarui.
2)      Kedudukan yang tidak tepat dalam roda puli
Kedudukan yang tidak tepat pada roda puli disebabkan oleh penggunaan atau ukuran yang tidak sesuai sebelum dipasang. Sabuk harus diperbarui.
3)      Sabuk yang rusak
a)      Kerusakan dapat berupa keretakan pada bagian dalam sabuk atau terurainya kain karet penutup. Sabuk harus diperbarui.
b)      Minyak mesin yang menetes ke sabuk akan merusak dan menyebabkan sabuk selip.
c)      Puli aus yang digunakan terlalu dalam kedudukannya/ letaknya akan menyebabkan sabuk membungkus puli dan sobek.
4)      Sabuk kipas longgar
a)      Sabuk kipas yang longgar menyebabkan sabuk menjadi terentang.
b)      Sabuk harus disetel sesuai petunjuk pembuatannya atau seperti diuraikan dalam bagian berikut.
c)      Bila sabuk masih kendor setelah semua penyetelan dilakukan, maka harus diperbarui.
Untuk menyetel sabuk kipas adalah sebagai berikut.
a)      Longgarkan baut poros dan penyetelan klem baut penjepit.
b)      Ikat pengganti
c)      Pererat baut penjepit.
d)     Pererat baut poros.
Ketika menggunakan pengungkit yang menperoleh tegangan yang tepat, gunakan pengungkit kayu dan gunakan kekuatan untuk pengganti kait depan dan belakang.
Jumlah penyetelan yang diperlukan diukur oleh penyimpangan sabuk atau oleh penggunaan alat pengukur tegangan sabuk. Pembengkokan sabuk biasanya diukur oleh penggunaan/ pemakaian tekanan tepat pada sabuk antara dua roda puli khusus. Jarak sabuk dapat dibelokkan harus sesuai dengan spesifikasi pembuatannya. 
BAB 6
PENAGANAN DARURAT RADIATOR MOBIL PADA SAAT MOBIL SEDANG DIGUNAKAN BERJALAN
Jika mesin mobil menjadi panas secara drastis, saatnya Anda mengecek kondisi air radiator mobil. Sebab, berkurangnya air radiator bisa disebabkan oleh penguapan dan kebocoran.
Penguapan adalah hal yang umum terjadi. Namun, jika air radiator berkurang dengan cepat dan suhu meningkat tajam dalam waktu singkat, kemungkinan terjadi kebocoran dalam radiator mobil Anda. Maka dari itu, perawatan radiator patut di perhatikan.
Radiator adalah komponen yang berfungsi sebagai pengatur suhu mesin. Di dalamnya, terdapat air radiator ( water cooling system) yang bertugas mendinginkan mesin. Untuk mencegah korosi, air radiator perlu diganti secara berkala. Kebocoran dalam sistem terjadi ketika air radiator terhisap masuk ke ruang bakar atau masuk ke dalam sistem pelumasan.
Anda bisa mengecek kondisi oli terlebih dahulu. Apabila warna oli berubah seperti susu, tandanya air telah masuk ke dalam sistem pelumasan. Jika warna oli tidak berubah, kemungkinan air terhisap masuk ke dalam ruang bakar.
Ada baiknya mengisi air radiator dengan air murni H2O. Air murni H20 bisa didapat di bengkel dan toko otomotif. Ciri-ciri air murni adalah bertutup biru dengan keterangan ” bisa digunakan untuk air radiator”.
Alternatif lainnya, gunakan radiator coolant. Radiator coolant berfungsi sebagai pelumas,memperlambat terjadinya korosi, dan meningkatkan titik didih air. Jika menggunakan coolant untuk radiator, sebaiknya tidak mengganti-ganti merek untuk menghindari reaksi kimia antar merek. Anda juga bisa menggunakan campuran antara air murni dan radiator coolant untuk mengisi air radiator. Dengan demikian, radiator Anda akan tetap awet, tidak mudah bocor, dan tidak mudah panas.
Pada kondisi darurat, dengan kondisi mesin panas, anda dapat memeriksa dan menambah air radiator dengan cara berikut, ini:
1)      Hentikan kendaraan Anda ditempat yang aman
2)      Biarkan mesin dalam keadaan hidup
3)      Buka tutup mesin
4)      Ambil kain atau lap dan basahkan dengan air, kemudian putar tutup radiator perlahan-lahan hingga udara panas dalam radiator mengalir keluar.
5)      Biarkan air keluar dari tekanan radiator keluar hingga terhenti.
6)      Buka tutup radiator
7)      Tambahkan air kedalam radiator sampai penuh
8)      Injak pedal gas
9)      Tambahkan air kembali kedalam radiator
10)  Tutupkan kembali tutup radiator
11)  Mobil sudah siap dipakai kembali
Penting untuk diperhatikan
“Jangan sekali-kali Anda menambah air radiator pada saat mesin panas dalam keadaan mesin mati.”
            Karena kemungkinan besar Anda akan terkena semburan air panas yang keluar dari lubang radiator saat air diisi. Kulit bisa melepuh jika terkena cipratan air radiator. Hal ini terjadi karena tekanan air didalam radiator lebih besar dari tekanan udara diluar radiator, hingga air akan menyemprot keluar.
BAB 7
MERAWAT DAN MENCEGAH KEBOCORAN PADA RADIATOR
http://www.kiosban.com/wp-content/uploads/2011/11/radiator1-300x215.jpgRadiator merupakan suatu bagian dari sistem komponen pendingin yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin kendaraan supaya tetap normal, apabila komponen yang satu ini tidak berfungsi dengan baik maka dampak yang akan dialami oleh kendaraan anda adalah overheating atau panas berlebih pada mesin yang bisa berakibat  sangat fatal pada yaitu semua komponen dalaman mesin terutama klep atau katup masuk dan buang bahan bakar serta komponen lainnya  akan mengalami pemuaian yang berlebihan dan dapat dipastikan kendaraan anda pasti akan turun mesin.
Dampak dari pemaparan diatas, hal yang paling ditakuti pengemudi dalam berkendaraan terumata jika anda melakukan perjalanan jauh terlebih lagi pada malam hari adalah salah satunya penyakit yang ditimbulkan radiator beserta efek sampingnya yaitu radiator bocor yang disebabkan oleh korosi atau karat pada permukaan sirip pendingin pada radiator, juga kemungkinan oleh benda-benda lain dijalanan seperti batu yang terlempar dari ban keradiator sehingga menyebabkan kebocoran. Dapadapat dipastikan anda mau tidak mau harus berhenti serta menepikan kendaraan. Untuk menjaga dan merawat radiator kendaraan anda, tips berikut ini mungkin bisa membantu anda.
1. Bila kendaraan masih dalam kondisi baru sebelum anda mengisi air radiator, pastikan anda menambah cairan zat kimia kedalam radiator mobil anda (radiator coolant) kemudian tambahkan air hingga radiator anda penuh. Cairan tersebut efektif membantu mencegah terjadinya korosi pada radiator serta saluran jacket pendingin pada mesin sehingga anda tidak perlu khawatir akan korosi yang ditimbulkan oleh air yang digunakan untuk mengisi radiator mobil anda.
2. Bila kendaraan anda telah lama alias bukan baru lagi, maka proses bisa jadi akan bertambah panjang karena berhubung sudah terjadi proses korosi pada saluran jacket pendingin mesin dan radiator anda maka proses yang anda mesti lakukan adalah dengan cara menguras radiator anda. Untuk menguras radiator anda bisa lakukan sendiri dengan menggunakan cairan kimia bernama radiator flush, hal ini dilakukan untuk melepaskan korosi pada saluran jacket pendingin mesin dan radiator mobil anda. caranya :
a. Buang semua air radiator mobil anda dengan jalan membuka penutup keran pada bagian bawah radiator hingga benar benar kosong dan tutup kembali keran tersebut.
b. Lalu masukan setengahnya cairan kimia radiator flush kedalam radiator anda dan tambahkan air hingga penuh kemudian hidupkan mesin kurang lebih 20 menit. Setelah 20 menit berlalu matikan mesin dan buang semua cairan dalam radiator anda dengan jalan membuka keran radiator anda bagian bawah.
c. Jika radiator telah kosong tutup kembali keran dan masukan air bersih tanpa cairan kimia dan hidupkan mesin selama 5 menit setelah itu buang kembali, proses ini dilakukan hingga 10 kali dengan durasi 5 menit.
d. Setelah 10 kali sudah dibilas dengan air bersih maka masukan kembali sisa cairan kimia radiator flush anda tersebut seluruhnya dan lakukan seperti pada proses diatas (a-c).
e. Setelah anda selesai baru masukan cairan kimia radiator coolant dan isi dengan air bersih ke dalam radiator anda
Untuk trik darurat radiator bocor jika sampai terjadi suatu saat nanti, cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan jalan membeli sebungkus sabun colek atau sabun cream di warung dan oleskan pada bagian radiator yang mengalami kebocoran dan tunggu hingga kering, dimana biasanya jika radiator dalam keadaan setengah panas atau hangat paling lama juga membutuhkan beberapa menit saja  kurang dari 5 menit sedangkan untuk jarak tempunya. Anda pasti akan terkejut ,asalkan sabun cream yang di oleskan benar benar kering.

sistem pelumasan pada diesel

SISTEM PELUMASAN PADA MOTOR DIESEL

LATAR BELAKANG
            Motor diesel adalah suatu motor yang merubah bentuk energi menjadi tenaga mekanik yang dihasilkan dri percampuran antara bahan bakar dengan udara dalam suatu proses pembakaran.
Motor diesel tebagi menjadi 2 komponen utama yaitu :
alt

















Gambar 1 komponen utama motor diesel
 a.   Bagian-bagian yang diam :
  1. Kepala silinder
  2. Blok silinder
  3. Tabung silinder
  4. Rumah engkol
  5. Pan minyak pelumas
b.   Bagian-bagian yang bergerak :
  1. Torak
  2. Batang torak
  3. Poros engkol
  4. Pompa bahan bakar
  5. Katup pamasukan Katup pembuangan.
 
 
Sesuai dengan Proses kerja pada motor yaitu :
  • Memasukan udara ke dalam silinder, untuk pembakaran.
  • Memampatkan udara di dalam silinder (agar suhu tinggi )
  • Pembakaran bahan bakar oleh udara dengan suhu tinggi.
  • Ekspansi gas hasil pembakaran, dihasilkan tenaga mekanis.
  • Pembuangan gas sisa, agar silinder siap diisi dengan udara baru.
           Beroprasinya suatu sistem pelumasan yang bertujuan untuk melumasi bagian-bagian yang bergerak, yang saling bergesekan pada bagian motor. Pelumasan juga sebagai media pendingin dari panas yang dihasilkan oleh bagian yang saling bergesekan, maupun dari panas yang di hasilkan dari proses pembakaran. Maka dari itu pelumasan dapat dikatakan sebagai salah satu elemen dasar dalam permesinan, sebab apabila telah terjadi kerusakan pada sistem pelumasan pada suatu mesin, maka secara otomatis mesin tersebut tidak dapat beroprasi.

SISTEM PELUMASAN PADA MOTOR DIESEL
1.   Pengertian Pelumasan

alt
 
 
 
 
 
 





Gambar 2. Bagan sistem pelumasan
Pada dasarnya pelumasan adalah pemisahan dari dua permukaan benda padat yang begerak secara tangensial terhadap satu sama lain dengan cara menempatkan suatu zat diantara kedua benda padat tadi yang :
  1. Mempunyai jumlah yang cukup dan secara terus menerus dan dapat memisahkan kedua benda sesuai dengan kondisi beban dan suhu.
  2. Tetap membasahi permukaan kedua benda.
  3. Mempunyai sifat netral secara kimia terhadap kedua benda.
  4. Mempunyai komposisi tetap stabil secara kimia pada kondisi operasional.
                   Suatu zat yang dapat memenuhi persyaratan tadi disebut pelumas / lubricant.
Suatu benda atau logam yang tampak halus, sebenarnya tidak pernah mempunyai permukaan yang licin secara sempurna, seperti yang terlihat dengan mata biasa, tetapi jika dilihat dengan mikroskop akan terlihat bahwa pada permukaan tersebut merupakan tonjokan-tonjolan dan lekukan-lekukan mikroskopis. Sehingga bila kedua permukaan tersebut bersinggunan satu dengan yang lain, bagian yang merupakan tonjolan dan lekukan pada kedua benda akan saling mengait. Sehingga apabila kedua permukaan tadi bergerak satu dengan yang lain maka terjadi suatu tahanan  yang besar karena tonjolan dan lekukan yang saling mengait harus saling mematahkan. Patah nya tonjolan dan lekukan tadi akan menimbulkan panas, dan tahanan tadi disebut tahanan gesekan. Dam gesekan yang tadi di sebut gesekan kering.
Permukaan yang kasar tidak dapat dihaluskan seluruhnya dengan cara digosok atau diampelas, karena tonjolan dan lekukan tadi sangat tidak teratur, sehingga efek keausan akan berjalan terus.
Kalau pemisahan antara kedua permukaan dengan menggunakan pelumas, gesekan masih tetap ada, yang di sebut gesekan cair. Nilai gesekan cair jauh lebih kecil dibandingkan gesekan kering.
2.   Fungsi Pelumasan
  1. Mengurangi tingkat keausan pada benda yang saling bergerak bergesekan.
  2. Mengurangi timbulnya panas yang berlebihan
Fungsi lain dari pelumasan :
  • Sebagai media pendingin
menghilangkan panas dari bsagian-bagian yang bergesekan
  • Sebagai zat perapat kebocoran
menyekat udara antara ring piston dengan dinding silinder
  • Sebagai zat pembersih.
menghilangkan karbon didalam sylinder dan debu dan menyaringnya.
  • Sebagai peredam suara dari getaran

3.   Sifat-sifat Minyak Pelumas
a.   Umum.
Agar menghasilkan suatu pelumasan yang baik, maka diperlukan minyak pelumas yang dapat memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan sesuai kebutuhan. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan minyak pelumas adalah :
1)  Tekanan bantalan
2)  Kecepatan pergesekan
3)  Bahan yang bergesekan
4)  Ruang antara bahan yang bergesekan
5)  Aksesabilitas
6)  Suhu dan tekanan kerja
b.   Viskositas
Viskositas adalah sifat daari suatu fluida, sebagai gesekan internal, yang menyebabkan fluida tersebut melawan untuk mengalir.
Angka Viskositas SAE untuk pelumas motor
Angka viskositas
SAE
Rentantang Viskositas, Saybolt seconds
Pada suhu 1300F
Pada suhu 2100F
Min
Max
Min
Max
10
90
119
 
 
20
120
184
 
 
30
185
254
 
 
40
255
 
 
80
50
 
 
80
104
60
 
 
105
124
70
 
 
125
150
c.   Viskositas Index
Viskositas index adalah suatu ukuran perubahan viskositas dari minyak terhadap suhu dibandingkan dengan dua macam minyak referensi yang  mempunyai viskositas yang sama pada suhu tertentu.
d.   Pour Point
Pour point atau suhu tuang , atau titik tuang ialah suhu terendah dimana minyak dapat mengalir.
e.  Flash Point
Flash point atau titik nyala adalah suhu dimana minyak harus dipanaskan didalam alat percobaan, sehingga timbul uap yang dapat menyala sebentar bila suatu nyala api kecil didekatkan pada uap tadi.
Titik nyala minyak pelumas yang digunakan pada motor berkisar antara 175º C sampai 260º C tergantung pada penggunaan motor dan jenis minyak pelumasnya.
f.  Carbon Residu
Carbon residu ialah berat sisa dari minyak pelumas yang telah terbakar.
g.  Acidity atau Neutralization Number
Acidity atau keasaman dinyatakan sebagai jumlah dalam milligram dari potassium hydroxide, yang diperlukan untuk menetralkan suatu gram minyak.
h.  Warna
Warna minyak pelumas berguna hanya untuk tujuan identifikasai, dan bukan menunjukan kualitas suatu minyak.

4.   Bagian-bagian yang dilumasi
Umumnya bagian-bagian yang dilumasi pada motor diesel ialah semua bagian-bagian yang saling bergesekan misalnya :
a.   Antara torak dan tabung silinder
b.   Antara poros dengan bantalan poros
c.   Antara roda-roda gigi dan sebagainya.

PERAWATAN SISTEM PELUMASAN
1.      Bak minyak pelumas.
Bukalah bak minyak pelumas setiap 500 jam, dan bersihakanlah bak minyak tersebut. Dan saringan hisap dari pompa minyak pelumas dengan mempergunakan minyak ringan atau minyak cuci.
2.      Saringan minyak pelumas
Cucilah rumah filter sebersih-bersihnya dengan menggunakan minyak ringan atau minyak cuci, sementara itu periksalah kertas saringan, apabila terlihat adanya kotoran, serbuk logam berwarna putih atau warna tembaga tembaga, maka hal itu menunjukan adanya keausan pada bantalan-bantalannya, segera lakukan perbaikan
3.      Tekanan minyak pelumas
Apabila tekanan minyak pelumas tidak dapat mencapai bilangan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya, matikanlah mesin lakukanlah pemerikasaan :
a.      Apakah isi minyak pelumas didalam cukup ?
b.      Apakah ada kerusakan pada pipa atau alat pengukur tekanan minyak pelumasnya ?
c.       Apakah ada kebocoran minyak pelumas dari saluran-salurannya ?
d.      Apakah pompa minyak pelumas bekerja dengan baik, atau apakah udara masuk kedalam saluran minyak pelumas ?
e.      Apakah ada bantalan yang rusak ?
f.        Apakah alat pengatur tekanan minyak pelumas bekerja dengan baik ? biasanya kotoran didalam saluran minyak pelumas menyebabkan gangguan pada sistem pelumasannya.
 
MACAM-MACAM SISTEM PELUMASAN
1.      Sistem pelumasan sump kering
Sistem pelumasan motor yang tidak memanfaatkan karakternya sebagai penampung minyak pelumas, tetapi menggunakan tanki tersendiri diluar motor.
Minyak pelumas yang jatuh ke dalam sump, selanjutnya dialirkan dengan pompa, melalui sebuah filter, dan dikembalikan lagi ke dalam tangki supply yang terletak diluar dari pada motor tersebut. Pompa ini mempunyai kapasitas yang besar, sehingga dapat mengosongkan sama sekali sumpnya
            Pada umumnya dengan sistem ini di pergunakan juga sebuah oilcooler, baik yang menggunakan air atau udara sebagai medium pendinginannya untuk keperluan pendinginan dari pada minyak pelumasnya.

alt
 










Gambar 3. Sistem pelumasan sump kering
Keterangan :
  1. Tangki penampungan                        5.  Tangki ekspansi (penampung
  2. Filter                                                  6.  Filter
  3. Pompa minyak pelumas                     7.  Bagian mesin yang dilumasi
  4. Pendingin minyak                               8.  Pengatur tekanan minyak pelumas
 
2.      Sistem pelumasan sump basah
Sistem pelumasan sump basah ialah sistem pelumasan motor yang memanfaatkan karakternya sebagai penampung minyak pelumas.
Dalam sistem ini, dibagian bawah dari pada karter sebuah piringan (pan) yang juga merupakan tangki supply dan ada kalanya sebagai alat pendingin untuk minyak pelumasnya, minyak yang jatuh menetes dari silinder-silinder dan bantalan-bantalan, kembali ke tempat ini, untuk selanjutnya dialirkan kembali dengan sebuah pompa minyak kedalam sistem pelumasanya lagi. Tipe sistem sump basah yang umum diguunakan ialah:
a.      Sistem percikan dan sirkulasi pompa
b.      Sistem percikan dan tekanan
c.       Sistem tekanan
alt
 










Gambar 4 sistem pelumasan sump basah
Keterangan :
1.      Tangki penampungan
2.      Saringan hisap (strainer)
3.      Pompa minyak pelumas (Pompa di   dalam karter)
4.      Saringan (filter)
5.      Pendingin minyak pelumas
6.      Bagian mesin yang dilumasi.
7.      Katup pengatur tekanan minyak pelumas
MEKANISME PELUMASAN
.           Proses pelumasan adalah seperti pada gambar 5, yang merupakan suatu bidang bantalan, dengan ruang antara (clearance)di lukiskan secara berlebihan, untuk sekedar ilustrasi. Minyak pelumas membasahi kedua permukaan. Minyak pelumas dapat dikatakan terdiri dari lapisan-lapisan, dan garis titik horizontal melukiskan batas-batas dari lapisan minyak tadi.
Pada gambar 5a. permukaan bantalan adalah sejajar, permukaan atas tinggal diam sedang, permukan bawah bergerak dengan kecepatan tetap dan sejajar dengan permukaan. Tidak ada gaya normal terhadap kedua permukaan. Kedua permukaan dipisahkan oleh suatu film minyak dengan ketebalan yang sama lapisan minyak pelumas yang menempel pada permukaan bawah akan bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan permukaan bawah.
Pada gambar 5b. kedua permukaan dalam keadaan berhenti, ada gaya normal pada kedua permukaan, sehingga minyak pelumas cenderung terdesak keluar. Dan besarnya kecepatan  pada masing-masing lapisan di lukiskan lagi dengan vektor-vektor.
            Pada gambar 5c. merupakan kombinasi pada gambar 4a dan 4b. pada kecepatan minyak pelumas pada tiap titik dari lapisan ditentukan dengan menjumlah vektor-vektor pada masing-masing titik pada kondisi gambar 4a dan gambar 5b.
Pada gambar 5d. permukaan atas tidak ditahan sejajar dengan permukaan bawah, tetapi di buat sedikit miring. Maka bentuk film minyak pelumas jadi seperti bentuk baji. Sehingga akibat kemiringan ini minyak pelumas dapat mengalir secara terus menerus, dan integrasi kecepatan aliran film minyak pelumas pada permukaan dan sepanjang bantalan adalah tetap, dan menjamin pemisahan kedua permukaan.
Aliran minyak pelumas dan variasi tekanan pada blok yang miring dari sebuah thrust blok terlihat pada gambar 6.
alt





















Gambar 5. Bagan Aliran Minyak Pelumas

alt























Gambar 6. Pendinginan minyak pelumas

KLASIFIKASI MINYAK PELUMAS
Dulu klasifikasi API (MM,ML,DG,DM,DS) digunakan untuk klsifikasi service minyak pelumas. Kadang-kadang hal ini kurang jelas dan perincian kondisinya untuk kemampuan pelumasan tidak selalu berhubungan dengan situasi sebenarnya. Untuk hal inilah tiga organisasi di Amerika Srikat (SAE,API,ASTM) bergabung untuk mengembangkan system klasifikasi yang baru, yang telah diresmikan pemakaiannya sejak juli. 1970. Klasifikasi yang dulu, dibagi menjadi golongan motor bensin dan motor diesel ; dan diklasifikasikan sebagai SA, SD, dengan huruf S pada huruf pertama menyatakan commercial, kedua duanya dari golongan-golongan tersebut mempunyai 4 (empat) kelas berturut-turut.

SAE      : Society of Automotive Engineers
API       : American Petroleum Institute
ASTM   : American Society for Testing Materials.

Di bawah ini keterangan mengenai minyak mesin yang di definisikan sebagai klasifikasi system yang baru.
 
KLASIFIKASI LAMPAU  (A.P.I)
KLASIFIKASI SEKARANG
MOTOR
BENSIN
ML
MM
MS
SA
SB
SC. SD
MOTOR
DIESEL
 

DG
DM
DS
CA
CB. CC
CD

Klasifikasi
Service mesin api
Minyak mesin ASTM
SA
Untuk service motor bensin dan diesel untuk mesin dalam keadaan biasa, yang tak memerlukan kombinasi aditiv minyak
Tak termasuk aditiv, selain dari pada untuk pengentalan atau minyak penetrasi
SB
Untuk service motor bensin beban ringan.untuk mesin yang bekerja alam keadaan biasa ang membtuhkan sedikit aditiv kombinasi dari minyak.
Miyak anti oxidant a gesekan


SC
Motor bensin untuk truk dan mobil yang dibuat antara 1964-1967 dan bekerja dibawah tahun 1964 dalam masa garansi pabrik. Minyak ini mempunyai sifat yang baik terhadap temperatur rendah dan tinggi, melindungi pengendapan dan mempunyai sifat untuk mengurangi gesekan
Miyak ini sesuai dengan permntaan pabrik-pabrik untuk model 1964-1967 terutama dipakai untuk mobil da mempunyai ketahanan pada temperatur rendah, anti pelumpuran dan anti karat.
SD
Untuk 1968 motor bensin truk dan mobil yang beroprasi dibawah 1962
Minyak sesuai permintaan pabrik-pabrik setelah 1968, terutama dipakai untuk mobil dan mempunyai ketahanan pada temperature rendah anti pelumpuran dan anti karat
CA
Motor diesel biasa memakai bahan bakar bermutu tinggi. Minyak yang dipakai ini untuk spesifikasi ini terutama pada pemakaian antara 1940 dan 1950, minyak ini dipakai dengan mutu bahan bakar yang tinggi dan sifatnya anti karat pada bearing/bantalan dan mencegah pengendapan pada temperatur tinggi
Dipakai untuk memenuhi kemampuan MIL-L-21004A pada motor-motor diesel tampa supercharger dan motor bensin dengan pemakain bahan bakar kadar sulfur rendah
CB
Motor diesel dengan beban berat motor diesel yang bekerja pada oprasi biassa dengan mutu bahan bakar yang rendah yang menyebabkan tempertur tinggi dan karat pada bantalan. Kadang-kadang motor motor bensin dipakai dalam kasus ini. Minyak ini diformalisasikan tahun 1949. Minyak ini dipergunakan untuk bahan bakar dengan kadar sulfur tinggi dan melindungi bantalan dari karat dan temperature tinggi.
Minyak ini dipakai untuk motor bensin dan motor bensin tanpa turbocharger ini termasuk minyak MIL-L-2104A yang ditest dengan kadar sulfur tinggi pada bahan bakar
 
Kesimpulan :
  1. Sistem pelumasan merupakan salah satu elemen dasar dalam permesinan, karena apabila telah terjadi kerusakan sistem pelumasan padamesin tersebut maka mesin tidak dapat beroprasinal dengan baik.
  2. Sistem pelumasan ditujukan untuk mengurangi gesekan yang terjadi, sehingga dapat mengurangi keausan yang di sebabkan oleh gesekan tadi.
  3. Sistem pelumasan juga digunakan sebagai media pendingin dari panas yang di hasilkan dari gesekan yang terjadi dan dari proses pembakaran.
  4. Minyak pelumas yang baik ialah minyak yang memenuhi setandart yang telah ditentukan.
  5. Setiap jenis mesin memiliki jenis minyak pelumas yang berbeda