memperbaiki transmisi
a. Tujuan
Kegiatan Belajar 3
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar
ini, diharapkan siswa dapat:
1) Membongkar dan
memasang transmisi manual dan sistem pengoperasiannya.
2) Menguji kinerja
transmisi manual dan sistem pengoperasian-nya.
3) Bekerja menggunakan
SOP dan keselamatan kerja dengan benar.
a. Uraian Materi
3
Pada
kegiatan belajar ini akan membahas proses pembongkar-an transmisi dari
kendaraan dan proses pemasangan kembali. Proses ini standardnya hanya
memerlukan waktu 1 jam, sementara untuk latihan diberi toleransi waktu ½
jam atau seluruhnya menjadi 1½ jam. Prosedur yang perlu dilakukan
secara berurutan akan dibahas berikut ini.
1). Langkah Persiapan
Sebelum
melakukan proses pembongkaran, perlu dipersiapkan alat dan perlengkapan
yang diperlukan. Hal ini agar waktu yang diperlukan tidak hilang karena
harus mencari alat atau perlengkapan.
Alat dan perlengkapan yang diperlukan
adalah:
a) Dongkrak
mobil dan penyangga/jack stand
b) Dongkrak
transmisi seperti gambar 15 berikut ini.
Dongkrak
ini jenis hidrolis, namun ada juga yang meng-gunakan ulir. Alat ini
menjadi sangat penting dalam pembongkaran maupun pemasangan transmisi.
Sebab posisi dan masa transmisi akan menyulitkan proses pemasangan
ataupun pembongkaran. Disamping itu keselamatan pekerja akan sangat
bebahaya tanpa dongkrak ini, dan juga ketepatan pemasangan transmisinya.
Mobil kijang sebagai bahan pelatihan.
a) Kotak alat yang berisikan kunci yang
diperlukan
b) Lampu kerja untuk penerangan mengingat
posisi transmisi yangcenderung dibawah kendaraan.
c) Pompa pengisi minyak pelumas transmisi
dan minyak pelumasnya.
d) Bak penampung minyak pelumas yang lama.
e) Vet gravit dan kain lap/majun.
f) Lepaskan motor starter, yaitu lepas
kabel-kabelnya dan baut pengikatnya.
g) Keluarkan
minyak pelumas transmisi, dengan membuka baut tap, dan siapkan bak
penampung minyak pelumas. Sesudah habis, pasang kembali baut tap dan
singkirkan bak penampung minyak pelumas, jangan sampai tumpah. Kalau
tumpah bersihkan dulu.
h) Lepaskan
sambungan keporos propeller, supaya saat pemasangan tidak keliru beri
tanda sebelum dilepas. Seperti terlihat pada gambar 16.
i) Lepaskan kabel speedometer dan kabel
lampu mundur dari terminalnya.
j) Lepaskan kabel kopling dari tuas
pembebasnya. Lihat gambar 17.
k) Lepaskan pegangan dan klem knalpot yang
berhubungan dengan transmisi.
l) Pasang
dongkrak transmisi dengan baik, bila perlu ikat dengan baut atau rantai
yang tersedia. Hal ini untuk menghindari transmisi jatuh saat baut
pengikatnya dilepas. Perhatikan gambar 20 berikut
m) Lepaskan mounting transmisi.
n) Kendorkan
baut pengikat rumah transmisi. Perhatikan apakah transmisi tetap pada
posisi datar atau tidak, bila miring seperti gambar 20, maka naikkan
dongkraknya.
o) Bila
transmisi sudah posisi datar dengan benar, maka lepaskan baut pengikat
transmisi. Sekali lagi perhatikan posisi datar transsmisi.
p) Tarik
transmisi kearah belakang mobil, sampai ujung poros pirmer transmisi
lepas, dan selanjutnya turunkan pelan2 dongkrak transmisi sampai
diperkirakan saat ditarik keluar dari bawah mobil tidak menyangkut.
q) Turunkan transmisi dari dongkrak.
Pemeriksaan Transmisi
a) Periksa
kebocoran minyak pelumas pada seal poros input transmisi. Bila terdapat
tanda-tanda kebocoran ganti seal-nya. Bocoran minyak ini disamping
menyebabkan ber-kurangnya kuantitas minyak pelumas ditransmisi, juga
bila kena plat kopling menyebabkan koling jadi slip.
b) Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas juga
pada seal poros engkol.
c) Pemeriksaan sambungan kabel kopling dari
keausan, dan kemacetan.
d) Pemeriksaan bantalan jalan, dengan
memutarnya apakah masih lancar atau sudah rusak. Bila rusak ganti yang
baru.
Petunjuk Pemasangan:
a) Lumasi
menggunakan vet grafit atau vet yang tahan panas pada bantalan pilt
pada fly wheel, alur bos penghantar bantalan tekan, dan alur poros
transmisi. Perhatikan gambar 19. disamping itu juga pada ujung kabel
kopling.
a) Pasanglah/naikan
transmisi pada dongkrak transmisi, seperti sebelumnya posisi transmisi
harus datar, khusunya poros input transmisi. Dan transmisi ikat dengan
baik pada dongkrak pada posisi pada saat terpasang.
b) Masukan dongkrak dan transmisi kekolong
bawah mobil.
c) Naikan dongkrak hingga poros input tepat
dengan bantalan pilot.
d) Dorong
transmisi pelan-pelan untuk menepatkan ujung poros input transmisi pada
bantalan pilot pada fly wheel. Setelah pas, dorong kembali hingga
rumah transmisi duduk dengan mudah. Pada proses ini jangan sekali-kali
dipaksa-kan dengan menekan pakai baut prngikat rumah transmisi.
e) Pasang baut pengikat dan mounting
transmisi. Keraskan sesuai dengan momen pengerasan pada buku manual.
f) Pasang kembali motor starter beserta
kabelnya.
g) Pasang propeller shaft sesuai dengan
tanda yang dibuat.
h) Pasang kabel speedometer dan kabel mundur
serta klem knalpot.
i) Isi minyak pelumas transmisi.
j) Pasang
kabel kopling dan stel ketinggian dan kebebasan pedal kopling. Lihat
gambar 22 berikut. Tinggi pedal = 150,8 mm, dan kebebasannya = 20-35 mm.
k) Pasang handel pemindah gigi transmisi
beserta karet penutupnya.
l) Turunkan kendaraan dari jack stand.
m) Hidupkan mobil, cobalah penyetelan
kopling dan kerja transmisi.
n) Bersihkan alat dan perlengkapan yang
dipergunakan.
a. Rangkuman
3
1) Pembongkaran dan pemasangan unit
transmisi kendaraan bila melalui prosedur yang benar dapat dilakukan
dengan cepat yaitu dalam waktu 1 jam.
2) Perhatian
terhadap keselamatan kerja memungkinkan penyelesaian pekerjaan yang
lebih efektif dan efisien. Keselamatan kerja meliputi keselamatan
manusia yang bekerja dan keselamatan mobil yang dikerjakan. Untuk itu
setiap langkah perlu mempertimbangkannya.
Proses pembongkaran berarti merupakan
proses pemisahan transmisi dari sistem kendaraan secara keseluruhan.
Maka.
1) kaitannya dengan sistem yang lainnya.
2) Penggunaan
dongkrak transmisi dengan baik memungkin-kan pelepasan dan pemasangan
transmisi dapat dilakukan dengan mudah dan selamat.
3) Pada
proses pemasangan semua baut harus dikeraskan sesuai dengan momen
pengerasan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam buku manual.
4) Pada akhir pemasangan perlu ada
pengecekan terhadap kenerja kendaraan khususnya dalam kaitannya dengan
unit transmisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar